Menakjubkan, Seorang Pria Yang Dulu Menikmati Hidup Dengan Mendaki Gunung Sekarang Telah Mengakhiri Semua-nya

 Mendaki gunung, suatu kegiatan yang bagi sebagian orang mungkin terdengar melelahkan dan sulit, tetapi bagi seorang yang telah mengabdikan diri pada kegiatan ini sejak dia duduk dibangku SMP hingga umur 27 tahun dan mengakhiri pendakian karena menemukan pasangan yang tepat untuk di jadikan tempat kebahagian dan kenyamanan. Kami berkesempatan mewawancarai Muhammad Zidan, seorang pecinta alam yang telah menjadikan mendaki gunung sebagai gaya hidupnya sebelum menemukan pasangan hidupnya.

Sejak duduk dibangku SMP, Muhammad Zidan telah memulai petualangan yang tak terhitung jumlahnya ke berbagai gunung. Bagi Zidan, setiap langkah yang diambil menuju puncak gunung membawa kepuasan tersendiri. "Mendaki gunung bukan hanya sekedar olahraga atau hobi biasa bagi saya. Tetapi ini suatu perjalanan hidup yang menghubungkan saya dengan alam dan diri sendiri," ujar Zidan sambil tersenyum.

Bagi Zidan, puncak gunung adalah tempat di mana segala masalah yang ada pada kehidupan sehari-hari dapat ditinggalkan. "Saat berada di puncak, saya merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Semuanya terasa begitu kecil dan sementara, sehingga masalah yang mungkin membuat stres sehari-hari seakan menguap dan menghilang begitu saja," ujar manusia ciptaan Allah.

Selama melakukan perjalanan mendaki, Zidan mengalami berbagai tantangan dan rintangan. Namun, setiap rintangan itu dianggapnya sebagai bagian dari proses pertumbuhan pribadi. "Mendaki gunung mengajarkan saya tentang ketekunan, keuletan, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar karena di gunung kita tidak hanya merasakan capek saja tapi disitu lah mental kita di uji" jelas Zidan.

Zidan menjalani hidupnya dengan sederhana. Ia tidak tergoda oleh gaya hidup hedon yang seringkali menghantui masyarakat modern. "Saya belajar untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup. Contohnya seperti melihat matahari terbit di puncak gunung dan suara angin yang melintas sambil menyeruput kopi dan menghisap sebatang rokok, menurut saya itu sudah merupakan nikmat tuhan yang sangat sempurna bagi saya," kata Zidan sambil tersenyum dan merasakan nikmatnya.

Semakin penasaran, apa yang membuat Zidan terus mendaki gunung sejak duduk di bangku SMP? "Sebenarnya sederhana sih, karena saya merasa hidup saya di sana lebih tenang dengan menikmati keindahan di puncak gunung apalagi dengan menyeruput kopi dan membakar sebatang rokok (wkwkwk) itu sangat syahduuuu, yaa meskipun mendaki itu sangat melelahkan tetapi semua itu terbayarkan dengan keindahan alam dan saya merasakan ketenangan disana. Puncak-puncak gunung memberikan kehidupan baru terhadap hidup saya dan membuka mata saya akan keindahan alam ciptaan Allah Swt," ungkap manusia ciptaan Allah Swt.

Kemudian ketika Zidan berumur 22 tahun dia berkerja di sebuah toko elektronik dan di situlah dia menemukan pasangan hidup-nya yang menjadi alasan utama mengakhir-i masa-masa itu “Saya bertemu istri pada saat saya berkerja di sebuah toko elektronik yang kebetulan istri saya merupakan pegawai baru, nah pada saat pertama kali saya melihat saya sudah merasakan kalo dia jodoh saya dan pada akhirnya kurang lebih 3 bulan saya sudah berpacaran” ujarnya.

Zidan memutuskan berhenti mendaki bukan pada saat sedang berpacaran tetapi pada saat dia dan sang istri menikah “Istri saya sejak awal pacaran sudah melarang saya untuk mendaki gunung dengan alasan keselamatan, karena dia sering melihat berita tentang seorang pendaki yang hilang dan terkena hipotermia karena kedinginan. Tetapi saya tidak menghiraukan larangannya karena itu merupakan hobi saya dan sebelum saya mencintai dia saya sudah lebih dulu mencintai gunung” ungkapnya sambil tertawa sedikit.

Setelah 2 tahun lebih berpacaran kedua pasangan itu memutuskan untuk menjalani hidup ke jenjang yang lebih serius, dan Zidan pun setelah menikah memutuskan untuk berhenti mendaki “Setelah saya berpacaran selama 2 tahun lebih dan pada akhirnya saya memutuskan untuk menikahi-nya. Dan setelah menikah saya sendiri memutuskan untuk mengakhiri masa-masa mendaki gunung, alasannya karena saya sudah menemukan tempat kebahagiaan, kenyamanan dan tentunya membuat hidup saya lebih berwarna.” Ujarnya.

Dan pada akhirnya, kisah Muhammad Zidan memberikan pandangan unik tentang kebahagiaan dan perubahan hidup. Selama mendaki gunung bukan hanya sebuah petualangan fisik, tetapi merupakan perjalanan hidup yang dapat membentuk karakternya. Namun setelah menemukan pasangan-nya, Zidan merasa bahwa puncak kebahagiaan sejati bukan hanya ada di ketinggian gunung saja, melainkan juga dalam pelukan cinta yang tulus.

Nama : Rafli Aditia Najwan

NIM : 23041184377

Kelas : H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ES JERUK PERAS SEGAR YANG COCOK DI KONSUMSI SEMUA KALANGAN

Baliho PKB dengan Capres Cawapres 2024 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Jalan Semambung Sidoarjo

Mendaki Gunung Untuk Menemukan Ketenangan Hidup di Tengah Kekacauan Yang Ada di Kota