Ambil Resiko dan Cipatakan Kesempatan
(06/12/2023) – Tenis meja atau kerap disebut pingpong merupakan salah satu cabang olahraga yang melibatkan dua pemain atau empat pemain. Permainan ini dilakukan di atas meja yang terbagi dua oleh net dengan memukul bola menggunakan bet. Bet adalah pemukul yang terbuat dari kayu yang dilapisi karet.
Dinar Herdiyanti Siwi (19), salah satu atlet tenis meja dari Magetan mengaku bahwa dirinya sejak kelas 4 SD langsung jatuh cinta saat pertama kali mencoba tenis meja. Pada awalnya, Dinar hanya bermain ke rumah saudaranya yang merupakan atlet tenis meja. Dinar mendapat tawaran untuk mencoba bermain tenis meja dan dirinya dinilai memiliki potensi dalam bidang olahraga tersebut.
Dinar melakukan latihan pertamanya di club tenis meja yang ada di desanya, Desa Belotan yang berada di Kabupaten Magetan. Saat sudah menginjak kelas 4 SD akhir, Dinar dikirim ke club besar yang ada di Magetan yaitu Club Ormeta. Dan dari situlah Dinar mulai melakukan latihan rutin dengan sungguh-sungguh.
Dinar mengatakan bahwa tenis meja merupakan olahraga yang cocok dengannya. “Tenis meja itu olahraga yang masih ringan dalam resiko cedera, ditambah tenis meja bisa individu dalam satu tim jadi lebih nyaman daripada berkelompok,” ungkap Dinar (04/12/2023).
Dalam menjalani hidup, pasti ada titik dimana kita merasakan putus asa dan lelah akan suatu hal. “Semua atlet akan mengalami fase putus asa dan lelah terutama satu sampai dua tahun pertama,” ujar Dinar. Dinar mengaku pernah berada di fase down pada tahun 2016/2017 karena merasa tidak bisa mencapai harapannya hingga meliburkan diri selama satu bulan tanpa memegang peralatan tenis meja.
Meskipun merasa seperti itu, Dinar tetap membulatkan tekatnya dan mengingat kembali semua perjalan dan suka duka yang telah dirinya alami. Hal itu dapat membuat Dinar menemukan motivasi dan semangatnya kembali. “Keinget dulu waktu ikut kejuaraan daerah aku dapet juara 3 dan maju untuk kejuaraan nasional, Mama lari ke aku buat meluk aku dan bilang bangga sama aku. Itu adalah salah satu momen yang masih aku inget sampai sekarang,” ucap Dinar.
Cita-cita Dinar dulu adalah menjadi seorang dokter. Namun, pada tahun 2014-2019 cita-cita Dinar berpindah ingin menjadi atlet profesional dan memasuki SMA khusus olahraga. Tetapi orang tua Dinar memberi nasihat jika dirinya memasuki SMA keolahragaan maka dirinya hanya bisa menjadi atlet saja, lalu jika dirinya memasuki SMA umum, Dinar masih bisa memilih jalan lain untuk masa depannya. Dinar mengikuti saran orang tuanya dan memasuki SMA umum.
Saat sudah memasuki SMA, Dinar kembali bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun Dinar masih tidak mau lepas dari dunia olahraga. Dinar terus berusaha menyeimbangkan perstasinya di bidang akademik dan non akademiknya.
Pada tahun ini, Dinar kembali mengikuti kejuaraan Pemprov 2023 dan mendapat juara. Dinar juga merupakan mahasiswa kedokteran semester 3 dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal ini membuktikan usaha Dinar dalam menyeimbangkan prestasinya terbukti berhasil.
Dinar telah sukses mematahkan semua perkataan orang yang menyebutnya gagal dan tidak akan berhasil. Tentu Dinar merasa puas membungkam mulut mereka, Namun Dinar lebih puas dalam membuat keluarganya bangga terhadap dirinya.
Dinar juga selalu bersukur dalam usahanya menaiki tangga satu demi satu berhasil, meskipun lama dan melelahkan, Dinar tetap maju. “Udah terlalu jauh kalau menyerah sekarang, udah banyak usaha dan waktu yang terbuang, kalau menyerah tentu aku gak bakal dapet semua ini,” ungkapnya.
Motto hidup Dinar yaitu ‘Ambil Resiko atau Ambil Kesempatan.’. Berani mengambil resiko untuk menciptakan suatu kesempatan. Kesempatan memang akan selalu datang, tetapi dengan menciptakan suatu kesempatan kita tidak perlu menunggu waktu itu datang.
Nama : Listika Nuswantoro
Kelas : 2023H
NIM : 23041184345

Komentar
Posting Komentar