Tantangan bagi pedagang UMKM di Indonesia
(29/11/2023) Pedagang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indoneisa memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Mereka telah menjadi pahlawan di masa pandemi, memainkan peran kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Transformasi digital juga telah memberikan momentum baru bagi UMKM di tengah pandemi COVID-19. Seperti yang kita ketahui, bahwa pedagang UMKM di Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi keberlangsungan usaha mereka. Tantangan-tantangan tersebut mencakup aspek digitalisasi, akses keuangan, kualitas produk, dan pemasaran. Selain itu, perbedaan kondisi geografis antar wilayah di Indonesia juga menjadi faktor yang mempengaruhi pedagang UMKM. Berdasarkan dari penelitian jurnal, terdapat beberapa tantangan utama yang dihadapi para pedagang UMKM di Indonesia.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi para pedagang UMKM adalah digitalisasi. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa selama masa pandemi, jumlah transaksi e-commerce meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kecepatan transisi UMKM dari model bisnis tradisional ke digitalisasi antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ketersediaan infrastruktur, akses internet, dan literasi digital masyarakat.
“ Saya sudah tua mbak, ndak faham soal internet-internet begitu. Kalau jadi pedagang UMKM sendiri ya harus sabar aja nunggu pelanggan datang dengan sendirinya, karena ya kita ndak bisa promosi jualan kita lewat internet e, wong ora faham,” ujar Sumantri(34) pedagang UMKM.
Selain itu, akses keuangan juga menjadi tantangan yang signifikan bagi UMKM. Literasi keuangan hal penting bagi pedagang UMKM dan ibu rumah tangga. Organisasi Keuangan dan Jasa Keuangan (OJK) mengadakan edukasi keuangan di Gowa, Sulawesi Selatan, untuk meningkatkan literasi keuangan bagi UMKM dan ibu rumah tangga. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat membantu UMKM dalam mengelola usaha mereka dengan lebih baik.
Kualitas produk bagi para pembeli juga menjadi salah satu tantangan bagi para pedagang UMKM. Mirna(28) juga mengatakan bahwa, Konsistensi dalam kualitas produk dan pelayanan yang baik harus menjadi perhatian utama para pelaku UMKM dalam menjaga kepercayaan konsumen. Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah juga harus secara konsisten memberikan pelatihan dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kapasitas para pelaku UMKM agar mampu bertahan sekaligus mengembangkan usahanya.
Dari sisi geografis, perbedaan kondisi antar wilayah di Indonesia juga menjadi tantangan bagi para pedagang UMKM. Wilayah-wilayah yang terpencil atau terlindungi seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses pasar dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah tersebut dan memberikan dukungan dalam bentuk infrastruktur dan pelatihan. Dan dari sisi gender pun, perempuan yang mendominasi sektor UMKM yang ada di Indonesia dan tentunya juga menghadapi tantangan tersendiri, seperti rendahnya tingkat literasi keuangan dan minimnya dukungan keluarga dalam pengembangan usaha. Kepala Grup Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Keuangan Inklusi Bank Indonesia menekankan pentingnya dukungan bagi perempuan pelaku UMKM dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Dengan demikian, pedagang UMKM di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang meliputi aspek digitalisasi, akses keuangan, kualitas produk, dan pemasaran. Pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan terkait perlunya bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan UMKM di Indonesia.
Sabrina Zarah Azura 23041184348
Komentar
Posting Komentar