PERESERAN KHALAYAK TERHADAP OFFLINE STORE KE ONLINE STORE
Berbicara mengenai toko offline dan online saat ini memang cukup menarik. Hal ini karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang membuat eksistensi toko offline dan online sering diperbincangkan. Dunia digital yang semakin berkembang membuat orang beramai-ramai memilih berbelanja di toko online karena dinilai lebih praktis. Bukan lagi sebagai kebutuhan, fenomena belanja online yang kini semakin marak tampaknya secara tak sadar menjadi gaya hidup. Wajar jika saat ini marketplace lebih ramai daripada mall atau toko offline. Meski demikian, tak memungkiri jika belanja online telah menjadi bagian gaya hidup yang populer bagi banyak orang di era digital ini. Menurut Fitria Rohmawati atau biasa dipanggil Fifi menyebutkan bahwa, toko online tersedia selama 24 jam sehari, memiliki lebih banyak konsumen yang mengakses lewat internet kapan dan dimanapun, lebih banyak menghemat BBM dan waktu. hal itu terjadi lantaran pasca awal pandemi membuat hampir semua pemenuhan kebutuhan pokok dan berbagai kegiatan lainnya dialihkan melalui layanan digital. "Saya lebih memilih belanja di online Karena selain praktis kita juga sedikit menghemat karena kadang yang di beli d online lebih murah dari pada di offline dan sangat membantu apabila membutuhkan dalam waktu yang mendesak apalagai waktu covid kemarin dimana adanya larangan untuk bertatap muka dengan orang lain".
Maka, tak heran di tengah kemajuan teknologi dan kenyamanan yang ditawarkan, semakin banyak orang yang memilih untuk berbelanja melalui internet daripada pergi ke toko terdekat. Tambahnya "oleh sebab itu sebagai anak muda saya lebih senang memanfaatkan kemajuan teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi penggunannya". Namun akhir-akhir ini pasar online mendapat banyak pertentangan perihal di toko offline mendapatkan pendapatan yang tidak seperti biasanya karena para masyarakat lebih memilih online yang kata mereka lebih murah dibandingkan offline dan lebih efisien di online pun banyak fitur pembayarannya dimana ada salah satu fitur yang mana kita bisa membeli tanpa harus membayar di waktu tersebut atau dalam kata lain bisa d bayar diwaktu yang akan datang Fenomena ini hanya satu faktor dari sekian banyak keunggulan kompetitif dan komperatif belanja melalui online. Banyak hal yang membuat belanja online menjadi tren belakangan itu. Keterbatasan waktu. karena kesibukan masyarakat perkotaan menjadi salah satu alasan mengapa mereka beralih belanja dari toko offline ke toko online. Harga jual yang disinyalir jauh lebih murah dengan belanja online dibandingkan konvensional menjadi daya tarik tersendiri.
Masyarakat menjadikan gerai-gerai ritel hanya semata-mata sebagai benchmark harga, dan setelah mendapat patokan harga, ia akan hunting barang ke market place-market place untuk kemudian memutuskan tindak pembelian. dalam hal ini bukan hanya dari kalangan wanita saja namun dari kalangan laki-laki dari yang kecil sampai yang sudah menua pun menyukai belanja online apalagi untuk kaum-kaum mageran perkembangan zaman memang maju namun itu semua tidak luput dari sisi negatifnya seperti yang saya sebutkan diatas semua hal memang ada sisi positif dan negatif oleh sebab itu kadang kemajuan teknologi bagi beberapa pihak di pandang hanya merugikan pihak sebelah namun di satu sisi ada pihak yang sangat di bantu oleh perkembangan teknologi yang ada saat ini karena zaman saat ini semakin maju dan yang harus diubah ialah mandsetnya bukan perkembangannya.
NAMA : Moh.Fasihul Azmi
Kelas : H
NIM : 23041184350
Komentar
Posting Komentar