Baliho Sebagai Media Penyebaran Informasi Kampanye

 


Surabaya – Seperti yang sudah diketahui, saat ini sudah memasuki masa kampanye tahun 2024. Banyak partai yang sudah mengusung perwakilannya mulai dari calon presiden (capres) hingga calon lembaga legislatif (caleg) memasang baliho. Tujuan dipasangnya baliho ini bermacam-macam, mulai dari meningkatkan popularitas kandidat kepada masyarakat luas hingga digunakan untuk memperkenalkan dan membangun citra positif patai politik tersebut. Saat ini hamper di setiap jalan sudah ditemukan baliho-baliho dari kandidat capres dan caleg 2024, salah satunya ada di Jalan Bubutan Surabaya yang berukuran 3x4 meter.

“Baliho memang untuk peralatan kampanye, kalau masalah menganggu apa engga, selama mengikuti aturan dan tidak sembarangan ya tidak apa-apa,” jawab Agus (54) (01/11/2023) saat ditanya apakah dirinya merasa terganggu dengan baliho yang dipasang di Jalan Bubutan tersebut. Pemasangan baliho yang menyalahi aturan menurut Agus seperti pemasangan baliho pada area militer karena mereka dituntut untuk bersikap netral dan tidak memilih yang tentunya sangat kontradiktif dengan tujuan dipasangnya baliho.

“Kalau masalah waktu pemasangan baliho kurang tau Mbak, tapi sekarang udah banyak yang pasang Mbak, kalau gak boleh harusnya belum ada atau bisa di copot, mungkin juga ada toleransi pemasangan baliho. Tapi untuk kampanye yang tanya jawab atau menghadirkan banyak massa itu masih belum boleh harusnya karena belum waktunya,” ujar Agus. Untuk kefektifan dari pemasangan baliho menurut Agus adalah akan kurang efektif jika hanya bergantung pada baliho dan lebih efektif jika memanfaatkan banyak media selain baliho seperti sosial media, media massa, ataupun secara langsung selama masih sesuai dengan batas-batas yang ditetapkan KPU.

“Ada banyak kriteria dalam memilih calon, kalau saya, saya lebih memepertimbangkan program kerja dan track recordnya.”. Menilai dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh calon tersebut dalam track recordnya adalah kriteria yang dipilih oleh Agus. Namun masih banyak orang yang memilih capres ataupun caleg dari faktor sosiologis seperti partai, agama, suku, dan lainnya. Tetapi melihat bagaimana perkembangan teknologi dan penyebaran informasi yang sangat cepat dan luas saat ini, banyak orang sudah mulai berfikir kritis dan bahkan berani menyampaikan pendapat mereka meluali media sosial pribadinya guna kemajuan Indonesia.

Nama : Listika Nuswantoro

Kelas : 2023-H

NIM : 23041184345


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ES JERUK PERAS SEGAR YANG COCOK DI KONSUMSI SEMUA KALANGAN

Baliho PKB dengan Capres Cawapres 2024 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Jalan Semambung Sidoarjo

Mendaki Gunung Untuk Menemukan Ketenangan Hidup di Tengah Kekacauan Yang Ada di Kota