Kisah Tukang Parkir yang Merantau
Merantau adalah bagian penting dari kehidupan sebagian besar manusia. Pada saat kita berbicara tentang merantau, seringkali kita melupakan kelompok pekerja yang bekerja di industri parkir. Mereka adalah tukang parkir, yang sebenarnya menjalani kehidupan rantau di jalanan perkotaan, mencari penghidupan dan impian mereka.
Sebagian besar tukang parkir yang kita temui di perkotaan bukanlah penduduk asli kota tersebut. Mereka sering datang dari desa-desa atau kota kecil lainnya dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. "Susah mbak dapat pekerjaan di kota rantauan, saya sudah melamar 3 kali bahkan lebih masih belum dapat panggilan, kadang saya ngeluh sama hidup yang diberikan tuhan ke saya, kenapa se susah itu saya mencari pekerjaan" ujar pak Tono, seorang juru parkir. Sayangnya, peluang kerja di kota besar seringkali lebih menarik daripada yang ada di tempat asal mereka. Oleh karena itu, banyak dari mereka memutuskan untuk merantau.
Kehidupan sehari-hari tukang parkir di jalanan kota bukanlah hal yang mudah. Mereka harus berdiri di bawah terik matahari atau hujan, mengatur lalu lintas kendaraan, dan kadang-kadang harus berurusan dengan kendaraan yang tidak patuh terhadap aturan parkir. Namun, inilah pekerjaan yang mereka pilih untuk mencari nafkah.
Tukang parkir merantau mencari rezeki sehari-hari, tetapi banyak dari mereka juga memiliki impian yang ingin mereka kejar. Beberapa dari mereka bermimpi memiliki bisnis parkir sendiri suatu hari nanti, sementara yang lain mungkin bermimpi untuk mengembangkan keterampilan mereka dan mencari pekerjaan yang lebih baik.
Selain tantangan fisik yang harus dihadapi, tukang parkir merantau juga menghadapi masalah seperti diskriminasi, ketidakpastian pekerjaan, dan kadang-kadang kebijakan pemerintah yang merugikan mereka. Mereka seringkali berjuang untuk mendapatkan hak dan perlindungan yang layak.
Jadi, perjuangan seorang tukang parkir yang merantau adalah cerminan dari perjuangan banyak pekerja migran di seluruh dunia. Mereka mencari rezeki dan impian mereka, meskipun harus menghadapi banyak tantangan di sepanjang jalan. Sebagai masyarakat, kita harus menghargai kerja keras dan dedikasi mereka, serta berusaha untuk memahami lebih dalam kisah-kisah mereka di balik kendaraan yang parkir rapi di pinggir jalan.
Sabrina Zarah Azura
23041184348
Komentar
Posting Komentar